Welcome to Permai Babyshop !

Kesalahan Umum Saat Menggunakan Breast Pump dan Cara Menghindarinya

Penulis : Bazamalah 01 Jul 2025 Dilihat: 46 kali

Banyak ibu menyusui setuju bahwa breast pump adalah penyelamat di masa-masa awal menjadi ibu. Alat ini membantu ibu tetap memberikan ASI eksklusif meskipun sedang bekerja, bepergian, atau mengalami kendala menyusui langsung.

Namun, meski terlihat sederhana, penggunaan breast pump bisa menimbulkan masalah jika tidak dilakukan dengan benar. Mulai dari rasa tidak nyaman, produksi ASI yang tidak maksimal, hingga risiko infeksi bisa muncul akibat kesalahan-kesalahan kecil yang sering dianggap sepele.

Agar kamu bisa memaksimalkan manfaat pompa ASI dan terhindar dari masalah, yuk pelajari 7 kesalahan umum saat menggunakan breast pump dan cara mudah menghindarinya.

1. Menggunakan Ukuran Corong (Breast Shield) yang Tidak Sesuai

Salah satu kesalahan paling umum adalah memakai ukuran corong yang terlalu kecil atau terlalu besar. Ini bisa menyebabkan rasa sakit, lecet, dan aliran ASI yang tidak lancar.

Cara menghindarinya:
Pastikan bagian puting masuk ke dalam corong dengan ruang yang cukup. Puting tidak boleh bergesekan dengan sisi corong. Jika terasa sakit saat memompa, itu bisa jadi tanda ukuran corong tidak pas. Beberapa merek menyediakan corong dengan berbagai ukuran—manfaatkan itu.

2. Tidak Memompa Secara Rutin

Banyak ibu hanya memompa saat terasa penuh atau saat perlu menyetok, padahal produksi ASI sangat tergantung pada konsistensi.

Cara menghindarinya:
Buat jadwal pumping yang konsisten, misalnya setiap 3–4 jam sekali, terutama di minggu-minggu awal setelah kelahiran. Konsistensi akan membantu menjaga dan bahkan meningkatkan produksi ASI.

3. Pompa Terlalu Lama atau Terlalu Singkat

Pompa terlalu lama bisa menyebabkan puting iritasi. Sebaliknya, memompa terlalu singkat membuat pengosongan tidak optimal, sehingga bisa mengganggu produksi ASI.

Cara menghindarinya:
Durasi ideal adalah sekitar 15–20 menit per sesi. Jika kamu menggunakan pompa elektrik, pilih ritme yang nyaman dan hindari level hisap tertinggi jika terasa sakit.

4. Mengabaikan Kebersihan Alat Pompa

Breast pump yang tidak dibersihkan dengan benar bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur. Ini berbahaya untuk bayi.

Cara menghindarinya:
Cuci semua bagian yang bersentuhan dengan ASI menggunakan sabun dan air hangat setelah setiap penggunaan. Sterilkan secara berkala. Selalu cuci tangan sebelum memompa.


5. Menggunakan Breast Pump dengan Posisi Tubuh yang Tidak Nyaman

Postur yang salah saat memompa bisa membuat kamu cepat lelah, sakit punggung, atau bahkan mengurangi aliran ASI karena stres.

Cara menghindarinya:
Gunakan posisi duduk yang nyaman dan santai. Sandarkan punggung, posisikan pompa dengan baik, dan pastikan kamu tidak tegang. Beberapa ibu merasa terbantu dengan mendengarkan musik santai atau menonton video lucu sambil memompa.

6. Memompa dengan Hisapan yang Terlalu Kuat

Banyak ibu berpikir semakin kuat hisapannya, semakin banyak ASI yang keluar. Padahal, hisapan yang terlalu kuat bisa melukai payudara dan membuat ibu enggan memompa lagi.

Cara menghindarinya:
Mulailah dari level terendah dan naikkan perlahan sesuai kenyamanan. Breast pump modern biasanya memiliki mode pijat atau stimulasi untuk memulai, gunakan fitur ini terlebih dulu.

7. Tidak Menyimpan ASI Perah dengan Benar

Setelah dipompa, ASI harus disimpan dalam kondisi steril dan sesuai suhu agar nutrisinya tetap terjaga.

Cara menghindarinya:
Gunakan kantong penyimpanan ASI atau botol steril, beri label tanggal dan jam pumping, dan simpan sesuai ketentuan:

  • Suhu ruang (maks 4 jam)

  • Kulkas (maks 4 hari)

  • Freezer (hingga 6 bulan)

Breast pump bukan hanya alat bantu, tapi bagian penting dari perjalanan menyusui ibu modern. Dengan pemakaian yang benar, kamu bisa menjaga kenyamanan, memperlancar produksi ASI, dan tetap memenuhi kebutuhan si kecil kapan saja.

Menghindari kesalahan kecil seperti yang disebutkan di atas bisa membuat pengalaman menyusui dengan breast pump jadi jauh lebih mudah dan menyenangkan.


Tag

Post Terbaru